Jalan di Pesisir Pantai

Ada hal yang sangat mengasyikan ketika kita bisa melarikan sejenak dari rutinitas sehari-hari. Rutinitas yang bisa membunuh kreativitas jika tidak mengelolanya dengan baik.

Salah satu bentuk pelepas penat sehari-hari adalah traveling. Kegiatan apapun yang berhubungan dengan alam terbuka, jalan-jalan dan bermain-main dengan alam semesta. Bukan terdiam di dalam ruangan dan berkelana di depan komputer. Ini lebih mengasyikan. Traveling ke pantai-pantai yang ada di Indonesia. Merasakan hangatnya udara, teriknya matahari, dinginnya air laut, dan deburan ombak.

Berjalan di pesisir pantai!

Banyak sekali hal yang menarik untuk dinikmati, misalnya:
1. Mendapatkan udara segar
2. Merasakan panas dan dinginnya udara di pinggir pantai.
3. Melihat matahari terbenam.
4. Melihat matahari terbit.
Dll.

Matahari terbit di balik bukit.


Related Posts:

Seresah Penahan Air Larian (2)

Pemulihan fungsi itu sudah mulai pada tahun pertama dengan tumbuhnya rumput-rumputan dan terjadinya seresah di lantai hutan.Volume air larian dan laju erosi telah turun dengan cepat pada tahun pertama itu.

Penanganan jangka pendek meliputi: pembersihan drainase dan saluran air dari sampah dan semua yang menghambat aliran air; pembangunan sumur resapan air di kompleks perumahan untuk tabungan air pada musim penghujan serta mengurangi genangan air dan membuang limpahan air langsung ke sungai; pembuatan tempat pembuangan sampah sehingga dapat mencegah sampah dibuang langsung ke sungai atau saluran air, selain itu untuk mencegah penyebaran penyakit melalui media air; membiarkan tumbuhan bawah dan perdu, seperti rumput untuk selalu hijau.

Andai pun dibersihkan, jangan dicabut atau dibuang tapi biarkan terhampat untuk menjadi seresah atau pupuk tanaman, atau cukup dirapikan saja. Menurut Otto Soemarwotto, pakar lingkungan dari Universitas Padjadjaran mengatakan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada hutan yang rusak dan didiamkan tidak terganggu, gulma dengan cepat tumbuh kembali dan terbentuk seresah, gulma dan seresah itu dapat mengendalikan air larian dan erosi dengan baik.

Tak perlu biaya reboisasi. Biaya reboisasi itu lebih baik digunakan untuk pembangunan masyarakat agar masyarakat tidak perlu merambah hutan. Dalam hutan yang utuh, pembuangan tumbuhan bawah, yaitu tumbuhan yang tumbuh di lantai hutan di bawah pohon-pohon, meningkatkan erosi dua kali. Jika yang dibuang tumbuhan bawah dan seresah, erosi naik 40-150 kali.

Angka-angka ini tentu tergantung dari jenis dan tebalnya tanah serta kemiringan lereng. Akan tetapi, secara umum dapat dikatakan yang memegang peran penting dalam fungsi hidro-orologi hutan ialah tumbuhan bawah dan seresah. Kecuali itu, tumbuhan juga menurunkan suhu, disebabkan oleh proses evapotranspirasi, yang dalam bahasa sehari-hari disebut berkeringat.

Berteduh dari panas Matahari di bawah pohon lebih sejuk daripada berteduh di bawah tenda. Jadi, pohon membuat lingkungan hidup kita nikmat: sejuk dan tidak silau. Dalam hal longsor, kita juga tahu sumber masalahnya. Pertama, karena struktur geologi tanah. Peta daerah longsor telah tersedia untuk banyak tempat. Peta ini merupakan alat penting untuk mengelola risiko longsor. Sumber masalah kedua ialah pohon.

Jika di daerah yang tidak stabil, pohon ditebang, kejadian longsor sangat meningkat, baik jumlah kejadian longsor maupun volume tanah yang longsor. Pohon mengurangi risiko longsor karena akarnya yang bekerja sebagai jangkar mencengkeram tanah. Hasil-hasil penelitian tersebut di atas menguatkan anggapan bahwa diperlukan lebih sekedar pohon-pohonan untuk membentuk "hutan" dengan fungsi perlindungan terhadap tanah dan air. Dengan kata lain, suatu hutan yang dapat memerankan fungsi perlindungan lingkungan (degradasi lahan, erosi, dan memasok air tanah serta menurunkan besarnya debit puncak) seharusnya juga disertai oleh tumbuhan bawah dan seresah.



Related Posts:

Seresah Penahan Air Larian

Sudah menjadi rahasia umum, salah satu fungsi hutan adalah menjaga keseimbangan hidro-orologis. Hutan berperan menaikkan laju resapan air ke dalam tanah sehingga mengurangi konsentrasi aliran air dan risiko banjir dapat diminimalisasi, walaupun terjadi banjir tidak terjadi banjir bandang. Kenaikan laju infiltrasi menyebabkan peningkatan cadangan air tanah di sekitar hutan, yang nantinya dikeluarkan pada musim kemarau sebagai mata air. Jadi secara umum, hutan berfungsi untuk stabilisasi dan optimalisasi aliran air, bukan menambah air (Soemarwoto, 1992).
Di dalam kerapatan hutan terdapat sebuah komponen yang sangat penting yang juga mempunyai peran signifikan bagi konservasi air dan tanah, yaitu seresah. Seresah adalah daun-daun dan ranting yang mati dan terletak di lantai hutan yang rusak. Gulma dan seresah itu dapat mengendalikan air larian dan erosi dengan baik.

Dalam hutan yang utuh, pembuangan tumbuhan bawah, yaitu tumbuhan yang tumbuh di lantai hutan di bawah pohon-pohon, meningkatkan erosi dua kali. Jika yang dibuang tumbuhan bawah dan seresah, erosi naik 40-150 kali. Angka-angka ini tentu tergantung dari jenis dan tebalnya tanah serta kemiringan lereng. Akan tetapi, secara umum dapat dikatakan yang memegang peran penting dalam fungsi hidro-orologi hutan ialah tumbuhan bawah dan seresah. Dengan proses suksesi rumput (belukar) pohon, fungsi itu makin sempurna. Haruslah dicatat bahwa fungsi utama hidro-orologi bukanlah dilakukan oleh pohon, melainkan oleh seresah yang ada di lantai hutan dan tumbuhan bawah. Bahkan, tanpa seresah dan tumbuhan bawah pohon justru memperbesar erosi.

Menurut Chay Asdak dari Lembaga Ekologi, melaporkan bahwa pembersihan seresah dan tumbuhan bawah di bawah tegakan Acacia auriculiformis di Ubrug, Jatiluhur telah meningkatkan erosi 15 hingga 50 kali lebih besar daripada keadaan sebelum dibersihkan. Sebaliknya, dengan menambah bahan organik (seresah) pada tanah terbuka, dapat menurunkan besarnya erosi hingga 86%. Dengan demikian apabila tumbuhan bawah dan seresah dalam suatu tegakan hutan dihilangkan, yang mengakibatkan tanah menjadi terbuka bagi tetesan-tetesan air hujan langsung dari tajuk pohon di atasnya, "hutan" menjadi kondusif bagi peningkatan air larian dan erosi, meskipun penutupan tajuk tegakan hutan tersebut termasuk besar. Hal ini dapat kita lihat juga, misalnya, di bawah pohon rambutan yang tumbuh di pekarangan tanpa adanya tumbuhan bawah dan seresah di bawahnya.

Tanah di atas akar pohon itu tererosi sehingga akar itu nampak di atas tanah. Erosi yang lebih besar itu disebabkan karena butir tetesan air hujan yang jatuh dari pohon lebih besar daripada butir tetesan air hujan yang jatuh dari langit. Hutan rusak sebenarnya dapat pulih dengan sendirinya, apabila tidak diganggu lagi. Ini tampak jelas di lahan hutan bekas kebakaran di Kalimantan, misalnya. Jadi, penanggulangan lahan kritis dapat berjalan cepat secara alamiah, asalkan faktor perusakan antropogenik dapat ditiadakan. Alam mampu secara simultan memperbaiki berjuta hektare lahan kritis, suatu hal yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia dengan penanaman pohon yang memakan banyak tenaga dan biaya. Penelitian juga menunjukkan bahwa fungsi hidro-orologi pun dengan cepat dapat pulih. (bersambung)


Related Posts:

Fungsi Pohon Di Pinggir Jalan

Penghijauan untuk suatu kota yang padat penduduknya akan sangat menolong orang di sekitarnya meneduhkan jalan-jalan, maupun mengurangi pantulan jalan cahaya dari bangunan di sekitarnya dan penyaring debu polusi udara yang dikeluarkan dari kendaraan-kendaraan, dan kebisingan yang ditimbulkan dari suara kendaraan. Demikian juga dengan suhu-suhu dari bangunan bertingkat yang banyak menggunakan kaca yang menyebabkan kenaikan suhu di lingkungan sekitar.
Menanam pohon di pinggir jalan perlu diperhatikan dalam menempatkannya. Misalnya, lebar jalan dan berm (pembatas jalan biasanya berwarna hitam putih), serta kecepatan minimum dari kendaraan yang lewat.
Memperhatikan intalasi-intalasi yang ada baik diatas maupun di bawah berm maksudnya agar perakaran dari pohon tadak terlalu mengganggu intalasi tersebut. Jarak penanaman agar tercapai pertumbuhan sempurna dari pohon pelindungnya.
Arah cahaya matahari, pertimbangan ini dimaksudkan agar supaya rumah penduduk yang berada ditepi jalan tetap mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Jika ditempatkan dengan baik pohon, pohon yang sudah ditata akan memberikan estetika lahan yang baik pula. Sangat menarik bukan? yah, pohon memang memiliki banyak makna untuk kehidupan.
Untuk itu, mari kita jaga pohon-pohon yang sudah ada. Lebih bagus lagi dengan menanam pohon di berbagai tempat yang sudah sedikit pohonnya. Kehidupan akan memberikan hal positif ketika kita mampu memberikan nilai yang positif juga.



Related Posts:

Ancaman Terhadap Pohon Endemik

 Baiklah kita lihat sisi yang lainnya, pohon-pohon endemik sekarang mengalami banyak sekali gangguan dari manusia. Misalnya pembukaan hutan untuk pertanian adalah ancaman serius yang bisa memusnahkan pohon asli dari hutan tersebut.
Kehadiran para penggarap yang datang dari luar daerah biasanya seringkali main babat pohon yang ada. Terkecuali untuk warga lokal atau penduduk masyarakat adat setempat. Biasanya mereka sangat mengetahui jenis-jenis pohon yang ada di hutannya. Mereka lebih berhati-hati jika sudah berhubungan dengan alam.
Kita harus bersyukur karena masih ada masyarakat adat yang bisa menjaga secara alami hutan yang ada di pedalaman.
Ancaman kedua adalah perubahan hutan heterogen menjadi hutan homogen. Ini adalah ancaman yang nyata karena di beberapa tempat di hutan di Indonesia sudah banyak tergerus hutan heterogen menjadi hutan homogen.
Letak ancamannya lebih luas karena menyangkut flora dan fauna endemik yang sebelum ada di hutan tersebut. Bergantinya hutan heterogen menjadi hutan homogen ini misalnya pada perkebunan sawit, hutan pinus, hutan jati, dan masih banyak lagi. Bayangkan berapa jenis hewan yang bergantung pada satu jenis pohon. Jika pohon tersebut dihilangkan, maka hilangnya keanekaragaman yang ada di hutan tersebut.



Related Posts:

Sebuah Keindahan Senja Untukmu

Senja yang selalu datang tak pernah ingkar janji. Setiap datang menyapa dengan keindahan.

Senja itu kala matahari berkilau keemasan. Melewati daun-daun dipantulkan air. 

Cahaya yang menyinari angkasa menusuk tajam ke jantung hati memberikan kenangan yang tak terkira.
Inilah cahaya keindahan senja. Ketika ia mencoba meninggalkan kesan sebelum kepergiannya.


Sore di Sayang Heulang (foto by Iden Wildensyah)

Related Posts:

Makna Pohon Bagi Kehidupan

Pohon adalah jenis mahluk hidup yang sangat penting bagi kehidupan manusia juga mahluk-mahluk yang lainnya. Di sebut mahluk hidup karena pohon tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan pohon dimulai dari biji sampai tumbuh tunas kemudian menjadi besar, berbunga, berbuah dan akhirnya tumbuh pohon baru.
Hutan yang sangat lebat tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pohon dengan berbagai jenis dan kelompoknya. Pohon atau juga pokok ialah tumbuhan yang berkayu, dan terbagi menjadi dua kelompok tumbuhan : Pertama kelompok pohon berakar tunjang (dikotil) terdiri dari batang pohon merupakan batang utama yang tumbuh tegak tajuk pohon, akar, dan akar tunjang berfungsi untuk memperkokoh berdirinya pohon. Batang pohon merupakan bagian utama pohon, dan menjadi penghubung utama dengan bagian akar sebagai penyerap air, dan mineral. Cabang adalah juga batang, tetapi berukuran lebih kecil dari berfungsi memperluas ruang bagi pertumbuhan daun sehingga mendapat lebih banyak cahaya matahari dan juga menekan tumbuhan pesaing di sekitarnya.
Batang dibalut dengan kulit yang melindungi batang dari kerusakan, dan cabang yang lebih kecil ialah ranting, dan daun untuk ber fotosintesis. Kedua kelompok pohon berakar serabut (monokotil) terdiri dari pohon, akar, pelepah, dan daun, pohon berakar serabut tidak bercabang contoh pohon kelapa.
Kehadiran pohon-pohon di hutan ini membuat banyak hewan-hewan lainnya berdatangan. Pohon dan hewan adalah bentuk hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Di sebuah hutan yang hewan-hewannya masih terjaga dengan baik secara tidak langsung akan menjaga luasan hutan itu sendiri. Sebaran biji-biji dari buah yang dimakan oleh hewan bisa membuat luas hutan semakin bertambah setiap tahunnya. Misalnya seekor monyet memakan buah jambu maka biji jambu yang tertelan oleh monyet tersebut akan keluar bersamaan dengan kotorannya. Biji yang tertinggal di kotoran monyet akan tumbuh seiring waktu.
Kita lihat juga hubungan yang saling menguntungkan ini misalnya pada tanaman kopi dengan luwak. Luwak yang memakan buah kopi kemudian akan membuang kotorannya di tempat lainnya. Setelah itu tumbuh kopi baru di tempat yang lain tanpa ada proses intervensi manusia. Melihat dua contoh tadi, suksesi alami yang terjadi di hutan bisa terjadi tanpa bantuan manusia dengan catatan laju pembukaan hutan untuk pertanian atau kebutuhan industri bisa dikurangi.
Fungsi Pohon Menurut Ir Sobirin, dewan Pakar DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan lingkungan Tatar Sunda), Pohon adalah makhluk hidup yang tidak bisa berjalan tetapi memberikan peran yang signifikan bagi mahluk yang berjalan, beberapa fungsi pohon di atas tanah diantaranya adalah: Menghasilkan oksigen 1,2 kg/pohon/hari Membuat teduh/ sejuk, Menyerap panas 8x lebih banyak Menjaga kelembaban, Menguapkan ¾ air hujan ke atmosfir Menyerap debu Mengundang burung Membuat keindahan Sementara itu fungsi pohon di bawah tanah diantaranya adalah: Menyerapkan air ke tanah Mengikat butir-butir tanah Mengikat air di pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan.




Related Posts: