Hari Bumi di Sekolah

Hari Bumi biasanya dilaksanakan setiap tanggal 22 April tetapi karena tanggal 22 April 2011 tepat pada hari libur Paskah, maka Rumah Belajar Semi Palar menggeser kegiatannya pada hari senin tanggal 25 April 2011. Kegiatan tahunan ini dijadikan sebagai acara besar kampanye lingkungan yang selalu diisi dengan kegiatan bersama seluruh siswa di Rumah Belajar Semi Palar.
Hari Bumi dijadikan juga sebagai hari berkarya bersama. Membuat karya yang memberikan banyak nilai-nilai pembelajaran dengan harapan anak-anak bisa mengambil banyak hikmah setiap kegiatan yang dilakukan.


Pagi itu, kegiatan hari bumi diisi dengan acara jalan kaki ke sekolah atau disebut jugaWalk To School. Acara ini adalah kegiatan berjalan bersama ke sekolah. Dalam radius tertentu anak-anak dan orang tua yang mengantarkan ke sekolah harus berjalan kaki, tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor. Di bagian utara, dibatasi orang tua atau pengantar memulai berjalan kaki di kawasan Setrasari Mall dan kawasan Masjid Sukamulya Indah. Sementara untuk bagian selatan, start berjalan kaki ke sekolah dimulai dari kawasan Pasteur Hyper Square dan Jalan PDAM di Sukamulya.
Selama perjalanan, anak-anak sangat antusias. Dari arah utara mereka berjalan beriringan ke arah sekolah dengan melalui jalan perumahan dan gang-gang. Perjalanan yang variatif karena melewati banyak jalur yang mungkin tidak pernah dilewati setiap hari. Tanah yang becek serta lalulintas yang padat karena banyak kendaraan yang lewat menjadi dinamika tersendiri. Seperti anak-anak harus bisa berjalan hati-hati serta saling menjaga satu sama lain.
Sampai di sekolah setengah jam kemudian. Pagi jam 8.00 WIB sudah berkumpul di lapangan parkir yang biasanya penuh oleh kendaraan, kini terbuka dengan sangat luas. Anak-anak bermain untuk kemudian berkumpul bersama kelompoknya masing-masing. Pembagian kelompok ini sangat unik, semua anak-anak dari kelompok kelas terendah di Playgroup dan Taman Kanak-kanak sampai kelompok kelas SD Kecil dan SD Besar, bergabung bersama-sama.
Jarang dalam sebuah sekolah menggabungkan tingkatan kelas dalam satu kelompok. Hal positif dari peleburan semua anak-anak adalah kekompakan dan kekeluargaan yang akan tercipta dalam berbagai angkatan. Peleburan ini menciptakan suasana akrab, saling mengenal dan rasa kebersamaan terhadap semua anak-anak.
Setelah berkumpul kemudian membentuk lingkaran tidak sempurna. Berpegangan tangan dan membacakan doa. Selesai membaca doa, selanjutnya adalah salam matahari dan meditasi. Meditasi singkat di tempat yang biasanya banyak mobil parkir kemudian menjadi kosong dan udara yang dihirup terasa segar dan bersih. Dalam kelompok berbeda, anak-anak selanjutnya menempelkan daun plastik yang berisi doa, harapan, puisi, pantun, dll dalam sebuah kain bergambar pohon.
Beriringan anak-anak membawa dan menyerahkan pada kelompok selanjutnya. Dan kelompok selanjut menempelkan sampai akhirnya pohon berisi daun dengan lengkap. Satu persatu menggotong kain dan mengantarkan sampai ke lokasi pendirian karya besar hari bumi. Anak-anak diajarkan gotong royong, kerjasama, dan kekompakan. Hal ini menjadi sangat penting untuk dipelajari di dunia yang semakin individualistik.
Setelah pohon karya berdiri, acara diakhiri dengan presentasi oleh teman-teman dari Inconvenient Youth. Presentasi yang berisi penjelasan tentang Global Warming.

Related Posts: