Sebuah Percakapan Hujan

Hujan tak henti di siang hari, kekasih! Jika saja ia berhenti mungkin pertemuan terjadi.
Buat apa menyalahkan hujan, rintiknya sudah turun sejak bulan lalu.
Karena hujan yang tak berhenti kini engkau semakin menjauh.
Merasa jika aku menjauhimu sejauh-jauhnya.
Tidak, bukan itu maksudnya.
Beri aku waktu untuk diriku sendiri karena hujan selalu memberi jeda.
Selalu ada perhentian jika engkau jeli melihat. Selalu ada ruang kosong untuk menghela napas.
Ada saat engkau butuh menjauh agar melihat lebih luas.
Lalu mengapa membawa angin dan dingin yang menusuk kulit.
Engkau bisa merasakan hangat cinta dalam pelukan.

Percakapan hujan




Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Sebuah Percakapan Hujan"