Kesadaran Hidup Hari Ini

Yesterday is history, tomorrow is mystery, but today is a gift. That is why it's called present! (Master Oogway)

Sudah beberapa hari ini atau bahkan bulan saya meninggalkan blog ini, bukan karena tidak butuh menulis atau tidak suka dengan kegiatan menulis. Saya merasa ada yang perlu saya benahi dalam merangkai kata-kata menjadi tulisan. Proses melahirkan sebuah tulisan pada kenyataannya bukan perkara mudah. Dulu saya menulis begitu saja, mengalir tanpa beban apa pun. Kini, saya menulis terasa menjadi suatu tantangan tersendiri. Bukan karena malas atau banyak kegiatan ini itu di luar rutinitas sehari-hari. Lebih karena saya mencari tantangan baru tentang kebermaknaan menulis.

Di media cetak saya menulis untuk kepentingan akademis, di media sosial saya menulis hanya untuk hiburan. Lalu di mana sebenarnya makna menulis itu sendiri? Saya tidak menemukan! Saya tidak merasakan pentingnya menulis lagi. Saya hanya menemukan bahwa saya terjebak pada zona nyaman untuk kepentingan diri saya. Di mana makna berbagi dengan tulisan jika kenyataannya saya sebenarnya berada di zona nyaman?

Di kala saya terjebak, meluncurlah saya pada blog yang dulu menjadi titik tolak dalam menulis. Namanya www.penakayu.blogdrive.com entah kenapa tiba-tiba saya terpaku pada satu tulisan lawas.

Saya lampirkan di sini yah!

Hidup Hari Ini

Suatu hari menjelang sore setelah memberikan instruksi untuk siswa Pendidikan Dasar sebuah Mahasiswa Pecinta Alam dari kampus yang berada di Jalan Setiabudi, Bandung. Kami berkumpul di saung yang dijadikan base camp instruktur. Seorang teman memulai pembicaraan yang menarik, "Tahun depan, kita tidak usah bikin perencanaan pendidikan dasar, langsung sebar formulir kemudian tahap kelas dan tahap lapangan. Orang-orang yang merencanakan pasti itu lagi, ke lapangan juga itu lagi, tinggal kader tiap pos agar tahun depannya mereka tidak ribet lagi bikin perencanaan". Sekilas perkataan itu seperti bercanda, tapi buat saya tidak, itu adalah perkataan penuh makna. Dijawab bercanda iya, maklum kalau ada waktu berkumpul, para panitia pasti menyegarkan suasana dengan guyon lucu. 

Guyonan ini biasanya muncul lagi kalau ada acara kumpul-kumpul anggota. Tak pernah bosan untuk mengulang cerita menyenangkan pada masa lalu. Nah, kata-kata teman saya itu kemudian saya maknai dikemudian hari. Ada benarnya semua kata-kata dia walaupun ada juga tidak benarnya. Saat itu semua instruktur rata-rata sudah melaksanakan pendidikan dasar minimal dalam jangka waktu 2 tahun. 

Dinamika di lapangan relatif datar karena semua sudah berjalan lancar dalam relnya masing-masing. Di sisi yang lain, ada semacam kekhawatiran menurunnya trend penerimaan anggota karena titik jenuh para anggota untuk membuat inovasi. Syukurnya ini tidak terjadi. Kegiatan organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya sampai hari ini. Seandainya saja semua tidak sadar dengan dinamika dan merasa sombong atas raihan saat itu, bisa jadi organisasi Mahasiswa Pecinta Alam itu sudah lenyap. Alam mengajarkan agar kita tidak sombong. Ini juga yang didengungkan kepada setiap siswa untuk terus semangat menyalakan harapan dalam diri agar bisa memberikan yang terbaik untuk lingkungan, untuk Indonesia. 

Hidup hari ini! Saat matahari tak mampu memberikan kehangatan pada tubuh kita, harapkanlah bintang yang memberikannya, jika bintangpun tak mampu, nyalakan kehangatan dari dalam diri sendiri kemudian pancarkan keluar agar orang di sekitarmu merasakan kehangatan akan hadirmu!

Judulnya singkat, Hidup Hari Ini! yah, cukup hidup hari ini tidak usah terbelenggu ketakutan-ketakutan dan trauma di masa lalu atau kekhawatiran oleh masa depan. Saya teringat ketika rutin pagi di kelas, seorang teman mengatakan "Kita tidak bisa menghapus masa lalu dan tidak bisa menggoreskan masa depan, yang kita bisa lakukan adalah mengisi hari ini dengan kebaikan-kebaikan pada apa pun yang bisa kita kerjakan".

Ini sejalan juga dengan apa yang saya dapatkan kala menonton film Kungfu Panda dari Master Oogway, "Yesterday is history, tomorrow is mystery, but today is a gift. That is why it's called present!

Nah, lepas dari zona nyaman tidak menulis itu lebih karena saya menikmati hari ini. Saya menikmati ketika menjalankan tugas sebagai ini itu. Saya juga bersyukur atas hari yang sudah dilewati. Terpenting, saya merasa banyak dilimpahi anugerah oleh kehadiran teman-teman saya yang bergiat di Komunitas Belajar Arunika Waldorf. Tak terkira rasanya berada di antara mereka, merasakan makna kehidupan yang mendalam tentang sebuah arti kesadaran berbagi kebaikan, saling mengisi kekosongan, saling melengkapi kekurangan.

Kesadaran melakukan segala sesuatu dengan rasa yang penuh bahkan melimpah ruah satu sama lain. Jika ada kenikmatan melakukan segala sesuatu dengan penuh kesadaran, saya rasakan salah satunya di komunitas itu. Merasa hidup hari ini dengan penuh rasa yang berwarna-warni. Mendengarkan satu sama lain. Menyimak dengan penuh kesadaran. Kesadaran belajar yang muncul dari dalam diri masing-masing.

Ah sudahlah, pada akhirnya saya bisa menulis dengan kesadaran hari ini. Penuh rasa syukur atas semua karunia Allah SWT yang melimpah ruah ini.


Happiness is backpacking (foto by Iden Wildensyah)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Kesadaran Hidup Hari Ini"

  1. Artikelnya bagus sekali pak.. :)

    chapter.blogspot.co.id

    BalasHapus