Belajar Memaknai Hal Kecil

Reality is created by the mind, we can change out reality by changing our mind” Plato

Keisengan saya mengulik hal-hal yang menantang pada akhirnya harus dibayar mahal oleh sebuah perasaan “ah aing mah dasar!” Bukan mengeluh tapi kejadian ini pernah beberapa kali terjadi. Misalnya kala asyik-asyiknya mengulik blog. Mulai dari konten, tampilan, ini itu blablabla. Jika hasilnya sesuai, rasa senang menghampiri. Sebaliknya jika hasil tidak sesuai harapan yaaa kadang cuma bisa “Ah aing mah, dasar!” “Duh aing mah euy!”. Terbaru adalah pertengkaran antara aplikasi dan iOS yang tidak sinkron. Biasanya saya tak tergoda meng-updgrade iOS sekalipun itu diiming-imingi kelebihan di sana sini. Lebih baik saya tunggu sampai beberapa waktu hingga ada wangsit yang turun ke bumi. Eh ini malah tergoda buat meng-upgrade. Hasilnya ada beberapa aplikasi kojo yang tidak bisa beroperasi di iOS tercanggih ini. “Ah aing mah euy kumaha ieu jadi kieu?”.

Kalau sudah kejadian biasanya saya tinggalkan saja. Cukup! Walaupun perasaan itu terus menghantui tapi saya tidak bisa apa-apa lagi selain pasrah. Gak pasrah-pasrah amat juga sih, otak terus berputar mencari solusi. “Ini gimana sih?” Ini kok jadi gini?” “Apa yang harus saya lakukan ya?” Terus-terusan saja demikian sampai terbawa mimpi.

Saya percaya selalu ada jalan keluar dari setiap masalah yang muncul. Bersabar dan diam saja tidak menyelesaikan masalah. Satu-satu jalan keluar adalah terus mencari solusi. Bongkar akar masalah, bicarakan dengan orang lain, cari yang lebih tahu, cari ahlinya. Sudah! Cukup cukup! Tidak perlu mencari terlalu jauh.


Kenyataannya jawaban akan selalu ada di samping masalahnya. Tinggal bagaimana saya bisa menerima jawaban tersebut atau tidak. Ganti ini itu atau ya sudah sesuaikan saja dengan keadaan yang sedang terjadi. Jika kemampuan manusia adalah beradaptasi, hmmmm saya memilih ini sebagai salah satu jawabannya. Saya mengadaptasi saja perubahan yang terjadi. Pahit sepahit-pahitnya kudu ditelan saja agar jadi obat.

Ternyata, setelah dibawa tidur, dibawa ngobrol sama teman, dicari-cari lewat google, hikmah dari “Ah aing mah, dasar!” Itu adalah sikap mau menerima ada yang berubah karena hal iseng yang saya ikuti. Kalau gak iseng, mungkin kejadiannya gak akan begini. Namun, tetap saya syukuri karena jadi belajar banyak dari perubahan yang muncul karena iseng. Ya sudahlah ya! Iseng kita tetap butuhkan biar terus belajar beradaptasi dengan perubahan. Jika terbiasa berubah dari hal-hal kecil semoga bisa menjadi bekal kelak jika berubah untuk kondisi yang besar.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Belajar Memaknai Hal Kecil"

  1. masalah diturunkan bersamaan dengan solusinya, tergantung kita peka ga kakau itu adalah jawaban. kita bisa terima ga dengan solusi itu... begitu ya

    BalasHapus