Membaca, Menulis, dan Mengolah Ide

"We are all apprentices in a craft where no one ever becomes a master.” Ernest Hemingway

Dari sekian banyak guru-guru yang mengajarkan perkara tulis menulis, baik yang saya ikuti workshopnya secara langsung ataupun lewat buku-buku,, rerata semua mengawalinya dengan membaca. Tidak ada yang langsung masuk di wilayah teknis agar tulisan enak dibaca dan penting atau enak dibaca dan menjadi viral untuk saat ini. Semua pemateri tentang menulis fiksi maupun nonfiksi selalu keukeuh bahwa modal awal untuk menulis adalah membaca.

Goenawan Muhammad pada satu kesempatan begitu menggelora kala menunjukkan fakta bahwa minat membaca buku masyarakat Indonesia ini sangat rendah. Fakta ini membuatnya seperti sangat kesal karena malasnya orang Indonesia untuk membaca buku. Remi Silado juga demikian, ia begitu menekankan bahwa kunci utama menulis adalah membaca. Semakin banyak membaca buku maka semakin bagus kualitas seorang penulis. Membaca membikin seorang menjadi kaya akan pengetahuan, kosa kata, dan keragaman gaya dalam menuturkannya. "Membaca adalah belajar" Demikian Remi Silado memberi garis besar pada pentingnya kegiatan membaca.


membaca dan menulis adalah paket yang saling melengkapi satu sama lain (www.iden.web.id)


Menulis Untuk Blogger

Salah satu pembelajaran yang saya dapatkan dari mengelola blog adalah pentingnya konsistensi dalam menulis dan mengolah ide. Ide akan memunculkan kreativitas, kreatif adalah kata kerja dari ide. Kemampuan membaca, menulis dan mengolah ide yang harus dimiliki blogger sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai. Tidak mungkin menjadi kreatif tanpa ide. Membaca memungkinkan kita memiliki banyak ide untuk dituliskan. Demikian saya mengutip pengantar Jack Foster dalam bukunya yang berjudul Cara Mendapatkan Gagasan.

Sementara itu dalam buku Creativity Inc.: Membangun sebuah Organisasi Inventif , Kreativitas adalah proses timbulnya ide yang baru, sedangkan inovasi adalah pengimplementasian ide yang bisa dapat dunia. Kreativitas membelah batasan dan asumsi, dan membuat koneksi pada hal hal lama yang tidak berhubungan menjadi sesuatu yang baru.

Inovasi mengambil ide itu dan mejadikannya menjadi produk atau jasa yang nyata di perusahaan. sementara dalam wikipedia Kreativitas adalah proses mental yang berisi pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari pandangan keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan.

Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari adalah sesuatu yang baru Sejalan dengan ide dan kreativitas, menulis juga butuh keduanya. Dia membutuhkan ide-ide baru dan kreativitas yang berbeda. Bayangkan jika sebuah tulisan monoton, bisa jadi dia berhasil menulis tetapi tidak menarik untuk dibaca.

Nah, pelajaran sekarang yang saya catat adalah kemampuan  membaca, menulis dan mengolah ide yang harus dimiliki oleh penulis. Sebagai pengguna dalam hal menulis, saya menyadari betapa saya belum bisa menulis dan mengolah ide dengan baik. Saya masih belajar untuk menulis dan mengolah ide dengan baik, saya menginginkan agar setiap hari saya mampu membuat pembelajaran yang tidak secara langsung dilakukan oleh para penulis sebelumnya yang sudah malang melintang. Inilah yang menjadi unik, semua terlibat dalam pembelajaran. Semua memberikan timbal balik yang bagus dalam proses pembelajaran.

Belajar lagi tentang banyak hal yang menarik yang dilupakan saat menemukan diri sudah bisa. Padahal, masih banyak hal yang bisa kita gali di dalamnya.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Membaca, Menulis, dan Mengolah Ide"

  1. Memang betul, menulis adalah mendaur ulang kembali hasil bacaan

    BalasHapus