Makna, Waktu, dan Ramadan

“I will find new meaning in every joy and sorrow In that silence,I will hear the voice of spirit, and freed from this world, I will see another world where the end is another beginning. (Rumi)

Satu hal yang membuat Bulan Ramadan terasa istimewa adalah waktu. Jika bulan sebelumnya kita abai pada waktu, maka bulan Ramadan semua menjadi perhatian pada waktu. Setiap detik terasa berharga. 
Dia akan terasa lama oleh mereka yang mengharapkan secepatnya waktu berbuka tiba, atau terasa cepat oleh mereka yang menghabiskannya dengan makna. 
Memberi makna pada setiap detik waktu yang berlalu di bulan Ramadan ini selalu terasa kurang. Waktu berjalan sangat cepat sementara amalan di bulan suci ini belumlah banyak yang diraih. Kosong melompong dan rapuh. 
Pagi hari begitu saja, siang demikian adanya, lalu sore berlalu dengan cepat sampai akhirnya malam. Tidur kemudian bangun lagi buat sahur dan beraktivitas. Demikian seterusnya. 
Tak ada yang mampu memutar sedetik pun waktu yang sudah berlalu. Yang lalu biarlah berlalu. Kita hari ini, detik ini kudu menggunakan sebaik-baiknya waktu yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. 
Makna, Waktu, dan Ramadan (iden.web.id)

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Makna, Waktu, dan Ramadan"