Yang Hilang Berganti

“If the foot of the trees were not tied to earth, they would be pursuing me. For I have blossomed so much, I am the envy of the gardens.” – Rumi

Pada akhirnya semua akan kembali. Tak ada yang abadi selain tulisan dan karya lainnya. Sayang, seekor banteng hanya menyisakan tengkorak dan tulang belulang yang sebentar lagi rapuh kemudian meluruh bersatu dengan tanah. Yang hilang berganti, yang mati menjadi pendukung kehidupan yang hidup. 


Yang Hilang Berganti (iden.web.id)
Seekor banteng mungkin tak bisa menulis dan berkarya seperti manusia tapi ia mampu memberikan kehidupannya untuk yang lain. Lewat kotorannya yang kaya akan nutrisi buat rumput. Rumput hijau di sekeliling sabana yang luas akan menjadi pendukung kehidupan buat banteng dan hewan lain yang ada di sana.
Mungkin cacing yang akan mengurai menjadi kompos atau jamur-jamur kotoran banteng yang akan menjadi perantara antara tanah dengan kotoran. Lalu ulat dan hewan renik lainnya di sana.
Ia sudah mati biarlah menjadi kenangan. Tengkorak dan belulangnya yang rapuh sudah siap dimakan waktu. Menjadi bentuk lain untuk manfaat bagi kehidupan ini. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Yang Hilang Berganti"

Posting Komentar