Mengenal Seni di Sekolah Waldorf

"We are fully human only while playing, and we play only when we are
human in the truest sense of the words." (Rudolf Steiner)
Sekolah waldorf sering dianggap sebagai sekolah dengan pendekatan seni yang unik. Segala jenis seni sepertinya hadir menghiasi kegiatan keseharian anak-anak dan guru di sekolah. 
Apa saja seni yang dipelajari yang menjadi keunikan sekolah tersebut? Semua! Seni tari, seni musik, seni rupa, dan turunannya seperti patung, dan kriya seni lainnya. 
Tentang Seni
Seni, lahir ketika manusia mulai mengekspresikan kekagumannya pada objek dan kejadian di alam sekitarnya. Ekspresi itu dapat berupa peniruan bunyi, gerak, atau mengabadikannya dalam bentuk goretan atau pahatan pada benda-benda tertentu. Kekaguman pada bunyi hembusan angin yang menerpa benda-benda tertentu, atau kagum pada suara burung, ditirukannya dengan siulan mengikuti irama hembusan angin atau suara burung tersebut.
Pengertian seni menurut para ahli dan filsuf.
  • Seni menurut Plato dan Rousseau adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya.
  • Aristoteles mengungkapkan bahwa seni adalah harus dinilai sebagai suatu tiruan, yakni tiruan dunia alamiah dan dunia manusia. Berbeda dengan Plato, Aristoteles tidak memaksudkanya sekedar “tiruan belaka” menurutnya seni harus memiliki keunggulan “falsafi” yakni bersifat dan bernada “universal”.
  • Seni menurut Leo Tolstoy adalah ungkapan perasaan pencipta yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis.
Leo Tolstoy (1828-1910) adalah sastrawan Rusia terkemuka yang terkenal melalui tulisan essainya yang berjudul Apakah Seni? (What is art?). Tolstoi tidak menyetujui pendapat sederhana bahwa seni adalah aktivitas manusia yang menghasilkan sesuatu yang indah.
Bagi Tolstoi seni membangkitkan perasaan yang pernah dialami oleh dirinya sendiri, dan dengan berbagai bahasa komunikasi dari gerakan, garis, warna, suara, atau bentuk yang diungkapkan dengan kata-kata, menyampaikan perasaan tersebut pada orang lain yang mungkin pernah merasakan hal yang sama juga; curahan hati. Hal itu disebut aktivitas seni.
Hal yang tidak dapat dikomunikasikan melalui dialog sehari-hari disampaikan secara sadar melaui tanda-tanda eksternal tertentu dan diserahkan pada penerimanya yang sebetulnya pernah memiliki perasaan atau pengalaman yang sama.
Menurut Tolstoy perasaan yang diekspresikan seniman itu beragam, dapat berupa perasaan yang kuat atau perasaan yang lemah, perasaan yang penting dan perasaan yang tidak berarti, perasaan baik dan perasaan buruk. Perasaan tersebut dapat meliputi perasaan kagum, perasaan cinta tanah air, perasaan gembira, perasaan bangga dan megah, perasaan humor, tentram dll.
Seni di Sekolah Waldorf
Sebagaimana yang dituliskan di atas, seni sebagai ekspresi kekaguman pada objek dan kejadian di alam sekitarnya, maka seni di sekolah waldorf pun pada dasarnya sama. Yakni ekspresi kekaguman. Kekaguman itu adalah salah satu tujuan pendidikan yang hendak ditanamkan dalam diri anak. 
Seni yang dilakukan di sekolah waldorf tidak terpaku pada satu bidang saja, misalnya melukis saja atau sculpture saja atau menyanyi saja atau apapun. Secara bergantian, anak-anak diajak untuk meresapi proses belajar lewat semua pengalaman berkesenian. Semua kegiatan (katakan saja itu seni atau berkarya) bermuatan yang filosofis. Tidak sekadar bikin ini itu tanpa makna.
Ketika seorang anak melukis, menggambar, atau menggunakan media lain untuk membuat, mereka mengalami sukacita. Melalui kegembiraan itu seorang anak berpartisipasi dalam kegiatan dan mengalami apa yang mereka pelajari. Mereka belajar lebih efektif dan lebih menikmati prosesnya. Niat Rudolf Steiner adalah agar semua jenis modalitas artistik dimanfaatkan di semua mata pelajaran.
Melalui pengamatannya Rudolf Steiner menyadari bahwa seni dan kreativitas adalah pusat dari membawa sukacita dan kebahagiaan ke dalam proses pembelajaran. Ketika anak-anak merasakan sukacita, mereka terhubung lebih baik dan belajar lebih baik.
Horst Hellman dalam bukunya Mendidik di Abad 21 menyampaikan beberapa dampak dari pentingnya seni dalam pendidikan, antara lain:
·         Seni menstimulasi pembelajaran dan meningkatkan kreativitas
·         Seni mengembangkan dan memperkaya persepsi
·         Meningkatkan pemikiran kritis dan pengenalan diri
·         Seni membantu pemecahan masalah dan pembuatan keputusan
·         Membina kedisiplinan dan kepercayaan diri
·         Mendorong dan memperluas kerja sama dan pemahaman multi-budaya
·         Seni menawarkan cara mengintegrasikan hal-hal yang berbeda-beda

Kegiatan Menggambar di Sekolah Waldorf


Sangat menarik, bukan! Iya. Guru tentu saja memiliki tantangan untuk mampu mengkaji seni dalam bentuk apa pun. Guru yang melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, memadukan seni dalam aktivitasnya harus memadai untuk mengetahui makna-makna yang hadir dari sebuah ekspresi seni anak. Dalam bentuk yang lain, seni ini membantu juga guru untuk memahami anak didiknya. Misalnya pilihan warna saat kegiatan painting, ada hubungannya dengan temperamen. Mengetahui temperamen memungkinkan guru untuk bisa melakukan pengamatan lain pada karakter anak. Juga pada kegiatan yang mengharuskan adanya kerjasama antar anak didik. 
Mari kita pilah satu persatu seni yang dianggap unik dalam pembelajaran di sekolah waldorf. 
1. Seni Gerak Olah Tubuh. 
Gerak olah tubuh dalam kegiatan di sekolah waldorf menjadi kegiatan yang sering dilakukan untuk menyeimbangkan dengan pengetahuan yang masuk lewat kepala. Tangan, kaki, dan badan, dibuat untuk selalu mampu secara kuat melakukan aktivitas harian. Tangan yang terlatih ada hubungannya dengan proses berpikir. 
Gerak olah tubuh dalam pendidikan waldorf secara spesifik disebut dengan euritmy. Euritmy bukan sekadar gerak tari biasa tapi ia menguatkan fisik dan jiwa. Hebat sekali ya, dengan gerak badan, jiwa jadi kuat. Ini mungkin seiring dengan semangat men sana incorpore sano.
Gerak keseimbangan juga berhubungan dengan matematika. Biasanya untuk menguasai materi matematika, ada gerak khusus untuk membuat si materi tersebut masuk dibadannya anak. Misalnya gerak yang beritme, gerak yang konstan, gerak yang disertai hitungan maju dan mundur. Gerak bagian luar tubuh juga digunakan untuk menguatkan bagian dalam seorang anak. Untuk hal ini variasi banyak sekali dengan tujuan gerak yang spesifik. Ini bentuk pendidikan holistik di mana bagian tubuh kita semua diolah untuk menjadi sumber pembelajaran.
2. Seni Musik
Musik adalah sebuah bentuk seni suara yang indah. Tak ada musik yang tercipta tidak indah. Musik dengan ritme, harmoni, dan estetika, menjadi salah satu jalan masuk belajar matematika, bahasa, dan sains.
Keindahan bermusik menjadi salah satu dasar dalam membangun keindahan di jenjang SD yang mana menguatkan rasa adalah salah satu tujuannya. 
Kekuatan rasa yang hadir lewat lirik yang indah, bisa membuat anak belajar bahasa secara langsung. Rasa bahasa yang muncul lewat lagu menjadi permulaan pelajaran bahasa dengan indah untuk anak-anak.Segalanya ada musik. Segalanya ada ritme. Ritme yang dibangun indah membuat harmoni bagi orang yang mendengarkannya. Orang yang memainkan musik, ia mendapat dua hal sekaligus. Selain belajar ritme, ia juga mendapat rasa atas keindahan yang dihadirkannya.
3. Seni Rupa
Seni rupa adalah sebuah seni yang tidak pernah lepas dalam pelajaran utama di kelas. Buku bikinan siswa akan dibikin seindah mungkin. Lewat melukis, menggambar, dan menulis indah maka hadirlah sebuah rasa dalam diri orang yang melakukannya. Rasa ini yang diperkuat untuk anak-anak. Seni rupa juga mutlak membutuhkan imajinasi. Tak akan hadir imajinasi jika tidak ada kemampuan berimajinasi dari dalam diri.
Seni rupa tampaknya seperti dominan terutama dalam proses siswa mencatat pembelajaran. Lihat saja buku pelajaran yang dibikin siswa. Sangat memukau dalam pandangan saya sebagai orang yang tidak mengenyam pendidikan waldorf ketika SD dulu.  karya rupa tanpa imajinasi. Di awal bisa saja prosesnya meniru tapi lama kelamaan, proses ini menjadi semacam bekal agar kelak ia mampu memproduksi sendiri imajinasi untuk dituangkan dalam karya seni.
Nah, itulah pengantar diskusi mengenal seni di sekolah waldorf. Seni lainnya banyak, seperti seni mengenal kepribadian orang, seni merasakan perubahan alam, seni mengalami hal-hal tak biasa dalam keseharian. Tertarik mengenali seni lainnya? Datang saja ke Sekolah Arunika Waldorf.  (diolah dari berbagai sumber)

Zoom'atan di Arunika

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Mengenal Seni di Sekolah Waldorf"