Catatan Saya Tentang Indahnya Sekolah Waldorf

"You will not be good teacher if you focus only what you do and not upon who you are" (Rudolf Steiner)


Pendidikan Waldorf adalah salah satu pendekatan alternatif dalam mendidik yang dikembangkan oleh Rudolf Steiner di Jerman tahun 1919. Ia adalah seorang antroposofis yang diminta membuatkan sekolah oleh pemilik industri rokok yang ada di Waldorf Astoria.


Ia menyanggupi dengan catatan diberikan keluasan dalam menentukan kurikulum sesuai perkembangan anak. Sekolah harus bebas dari intervensi siapapun baik itu pemerintah maupun pihak lain.

Di tahap awal, sekolah ini hanya ditujukan untuk anak-anak yang orangtuanya bekerja di perusahaan tersebut. Tapi seiring waktu, banyak dari luar yang tertarik untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah waldorf.


Maka berkembanglah, sekolah waldorf sampai ke beberapa negara. Di beberapa tempat disebut juga Sekolah Steiner atau Steiner School.

Di Asia, Sekolah Waldorf relatif masih tidak banyak. Sekolah Waldorf terdekat di Asia Tenggara yang sudah berkembang pesat itu adanya di Thailand. Lepas itu Malaysia, kemudian Singapura. Oh iya Australia juga.


Nah, karena ini Waldorf Teacher Training terdekat dari Indonesia itu adanya di Thailand dan Australia. Sisanya ada yang mengambil di Eropa dan Amerika. Kini alhamdulillah, Waldorf Grade School Teacher Training sudah bisa dilaksanakan di Indonesia.


Saya pertama kali mengenal Sekolah Waldorf ini kala mengikuti kelompok belajar (study group) tentang pendidikan holistik. Saat itu kami tertarik mengaitkan setiap mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya. Ada keterpaduan dari satu materi dengan materi lainnya.

Pengajaran tidak tersekat oleh materi-materi tapi dihantarkan menjadi utuh kepada anak didik.

Dari situ kemudian mengarah pada kajian filosofi pendidikan waldorf.

Ini yang buat menjadi sangat menarik.


Di pendidikan waldorf, hal yang mendasar untuk dipelajari oleh seorang guru adalah manusia.

Bagaimana itu manusia, apa itu manusia, bagaimana manusia tumbuh dan berkembang.


Lalu bagaimana manusia dewasa memfasilitasi pembelajaran manusia kecil yang sedang belajar mengenal segala sesuatu yang ada di dunia ini.

Hal mendasar ini dikaji secara mendalam dan penting dikuasai guru karena ia harus mengetahui terlebih dahulu pengetahuan seputar manusia ini sebelum menjadi teladan bagi anak-anak didiknya. Memfasilitasi pada setiap jenjang usia dengan tepat agar tumbuh dengan baik.


Buat saya, salah satu hal yang menarik dalam pendidikan waldorf adalah proses berkarya.

Pendekatan berkarya pada dasarnya bukan sekadar melakukan ini itu tanpa pemahaman filosofi.


Berkarya adalah bagian dari proses pembelajaran yang bisa untuk menyeimbangkan antara thinking, feeling, dan willing. Selain berkarya, di dalam pendidikan waldorf, seni memiliki tempat yang tidak kalah penting.


Buat anak-anak, proses masuknya pengetahuan ke dalam kesadaran diri mereka itu berat dan seni membuatnya lebih mudah memasuki kesadaran anak. Lewat nyanyian, lewat dongeng, lewat gambar, dan karya lainnya yang dibikin seindahmungkin.


Nah, ini saya coba lampirkan beberapa contoh bagaimana indahnya pendidikan waldorf lewat karya yang sudah dibikin. Oh iya, ini penting! Semua karya di Sekolah Waldorf menggunakan material yang alami.





















Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Catatan Saya Tentang Indahnya Sekolah Waldorf"

Posting Komentar