Bertani Dan Mengolah Tanah Itu Keren

Bertani Dan Mengolah Tanah Itu Keren


Negara agraris yang dilintasi garis khatulistiwa itu subur makmur loh jinawi. Kata Koes Plus hanya melempar tongkat sudah bisa tumbuh, lempar kail lalu ikan menghampiri. 


Sangat indah bukan? Yah, itu dalam bayangan karena kenyataannya beras mengimpor, garam mengimpor, kedelai juga mengimpor. Ironis memang tapi itulah kenyataanya. Pertanian kita belum dianggap sebagai hal yang penting. Pembangunan hanya dinilai dari industri lain seperti otomotif, manufaktur, dan teknologi. Pertanian seolah hanya pelengkap saja untuk mendukung industri lain yang menjadi prioritas pembangunan. 


Di kantong-kantong pertanian, ladang dan sawah berganti pabrik-pabrik besar yang menyedot air tanah setempat. Lajunya begitu kencang seolah tidak memberi kesempatan siapapun untuk berpikir. Petani menjual sawahnya, uang hasil penjualan dibelikan motor untuk ngojek. Pabrik seperti memberikan lapangan kerja yang terlihat menjanjikan diawal tapi kemudian buruk diakhir.


Sekolah-sekolah di tempat pertanian tidak mampu memberikan semangat tentang mengolah tanah dan bertani. Sekolah tak mampu menjadi tempat benih-benih generasi muda pengolah tanah pertanian yang mampu mengubah cara tradisional menjadi cara yang lebih modern.


Sekolah juga tak mampu mengubah pandangan dari profesi dibidang pertanian yang awalnya terlihat kuno menjadi keren, asyik, dan menyenangkan. Sekolah seharusnya mampu memberdayakan siswa-siswa untuk kembali mengolah tanah.


Akhirnya, harapan pertanian ada di pundak guru-guru kreatif yang bergerak bukan sekadar mengajar materi sesuai kurikulum saja tapi memberikan makna pada pembelajaran yang lebih holistik. Sekolah menjadi tempat bergiat olah tanah pertanian bukan hanya untuk sekolah pertanian tapi untuk semua. Makanan adalah hal mendasar yang harus dipenuhi manusia. Sebagai manusia merdeka yang bergiat di sekolah, guru dan siswa harus bisa memenuhi kebutuhan akan makanan ini minimal untuk dirinya sendiri. Jika lebih, bolehlah dibagi dengan yang lain. Jika masih ada lebih, bolehlah dibuat sebagai bahan proyek wirausaha di sekolah.



Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Bertani Dan Mengolah Tanah Itu Keren"